138-tpp-pendamping-desa-sulawesi-utara-gelar-sertifikasi-dengan-lsp-prodb

138 TPP Pendamping Desa Sulawesi Utara Gelar Sertifikasi dengan LSP PRODB

LSP DESA – Sebanyak 138 Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kemendes PDT Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengikuti sertifikasi yang dilaksanakan Lembaga Sertifikasi Profesi Profesional Desa Buana (LSP PRODB) dari tanggal 18-20 Maret 2025, TUK bertempat di Gedung Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Provinsi Sulawesi Utara.

Koordinator TPP Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara, Alder Wentian mengatakan dari jumlah 138 TPP Pendamping Desa yang mengikuti proses sertifikasi tersebut merupakan pendamping dari setiap tingkatan, mulai dari Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Provinsi, TAPM Daerah Kabupaten/Kota, Pendamping Desa (PD) dan Pendamping Lokal Desa (PLD).

“Pengakuan standar pendamping yang professional melalui uji kompetensi telah melahirkan nilai pengakuan jati diri pendamping yang professional dan mendapatkan pengakuan yang berakta legal tentunya kami dari ujung utara NKRI Kabupaten Kepulauan Talaud mengupkan terima kasih kepada LSP PRODB yang telah menguji kami hingga mendapatkan rekomendasi kompeten. Semoga ke depan, LSP PRODB terus Berjaya dan mewarnai negeri ini,” kata Alder.

Koordinator TA Provinsi Defri Ronald Supit menambahkan, pelaksanaan sertifikasi kompetensi oleh LSP PRODB telah berjalan dengan baik, professional dan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Di lain hal kami mendapat kelonggaran pembiayaan sertifikasi.

“TPP Provinsi Sulawesi Utara sangat antusias, mengingat pentingnya sertifikasi. Terima kasih atas peran aktif dari LSP, diharapkan ada kegiatan lanjutan untuk TPP Sulawesi Utara yang belum melakukan sertifikasi profesi,” ujarnya penuh haru.

Baca juga: Perkuat Profesionalisme, 70 Pendamping Desa di Bengkulu Jalani Sertifikasi Kompetensi

Sementara itu, salah serorang Asesor LSP PRODB, Rusdin M Noor mengapresiasi para pendamping yang telah mengikuti proses sertifikasi tersebut. Menurutnya, semua pendamping yang mengikuti proses sertifikasi di Sulawesi Utara sudah memahami betul apa yang sudah mereka lakukan selama melakukan pendampingan di lapangan, sehingga sangat mempengaruhi kepada portofolio yang mereka siapkan.

“Meskipun kebanyakan dari mereka memerlukan perjuangan ke tempat uji kompetensi karena jarak yang jauh dan banyak yang dari kepulauan, akan tetapi hal tersebut tidak menyurutkan semangat mengikuti uji kompetensi, di tambah juga kawan-kawan TPP di Sulawesi Utara yang mengikuti proses asesmen ini portofolionya bagus-bagus, sehingga kami pun sebagai asesor sangat senang,” tutupnya. [Rizky Apriliana/Penulis]


KETERANGAN:
Berita ini sebelumnya sudah tayang di laman LINGKARPENA.ID pada 20 Maret 2025.

Share your love

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter